Ini Dia 10 Pesta Terpopuler Di Dunia Yang Tak Boleh Di Lewatkan

ROMADHON.ID, TANJUNG ENIMPesta atau sebuah festival bisa menjadi jalan keluar dari rutinitas sehari-hari. Padatnya jadwal kerja dan kurangnya alasan untuk berlibur membuat manusia lupa dengan kontak sosial secara fisik.
Padahal manusia adalah  makhluk yang membutuhkan kontak sosial dengan sesamanya. Sementara yang terjadi, disadari atau tidak, manusia kini lebih banyak fokus pada kontak sosial dalam dunia maya.
Aktivitas menghadiri sebuah festival atau pesta mungkin bisa menjadi salah satu alasan untuk dapat  berlibur dan melakukan kontak sosial secara fisik.
Berikut ini, 10 Festival terbesar di dunia yang tak boleh Anda lewatkan, dikutip dari businessinsider dan wikipedia.

1. Oktoberfest (Munich, German)
Oktoberfest adalah sebuah festival yang diadakan selama 16 hari di Munich, Jerman pada akhir September hingga awal Oktober. Pada Oktoberfest ini, Anda dapat menikmati dan mencicipi lebih dari 7.7 juta liter bir Jerman yang dibawa oleh pembuat bir lokal kota Munich.
Sejumlah pengunjung berpose sambil memegang gelas bir saat hadir dalam festival bir Oktoberfest ke184 di Munchen, Jerman, 16 September 2017. Acara festival bir terbesar di dunia ini akan berlangsung hingga 3 Oktober. AP
Setiap tahunnya terdapat lebih dari 6 juta orang dari seluruh dunia menghadiri festival tersebut, dan selain menikmati bir lokal yang akan disajikan pramusaji yang menggunakan kostum tradisional Bavaria, pengunjung juga dapat menikmati berbagai permainan, wahana hiburan dan makanan-makanan lokal tradisional. Acara-acara yang menjadi sorotan pada festival ini merupakan: Parade masuknya para pemilik restoran dan pembuat bir lokal, Pembukaan tong bir pertama oleh wali kota, Parade kostum Bavarian dan kostum para penembak.

2. Boryeong Mud Festival (Boryeong, Korea Selatan)
Boryeong Mud Festival merupakan pesta musim panas yang berlangsung di kota Boryeong, Korea Selatan. Festival lumpur ini pertamakali diadakan pada 1998. Lumpur yang digunakan untuk festival ini diambil dari dataran lumpur Boryeong yang nantinya akan dibawa menggunakan Truk menuju daerah perpantaian Daecheon.
Sejumlah turis melumuri wajah rekannya dengan lumpur saat mengikuti Festival Boryeong Mud di pantai Daecheon di Boryeong, Korea Selatan, 18 Juli 2014. REUTERS
Lumpur yang digunakan pada festival ini dipercaya memiliki kandungan zat mineral yang tinggi dan bagus untuk kulit. Festival lumpur ini pertamakali diadakan sebagai alat pemasaran bagi merk-merk perawatan kulit yang menggunakan lumpur dari Boryeong ini, dengan harapan orang-orang yang menghadiri festival ini dapat merasakan khasiat lumpur Boryeong dan juga mempelajari manfaat dari perawatan kulit yang menggunakan lumpur Boryeong tersebut.

3. Mardi Gras (New Orleans, Amerika Serikat)
Mardi Gras atau Fat Tuesday adalah pesta karnaval untuk menyambut masa sebelum paskah yang dirayakan oleh umat Kristen. Perayaan ini diadakan seminggu sebelum Rabu Abu, dimana pengunjung dan yang merayakan Mardi Gras dapat berpesta selama seminggu penuh dan mengkonsumsi makanan sesuka hati,  sebelum datangnya hari puasa yang jatuh pada hari Rabu Abu tersebut.
Sejumlah peserta ikut merayakan Karnaval Mardi Gras di French Quarter di New Orleans, Louisiana AS, 28 Februari 2017. Mardi Gras pesta untuk menyambut masa pra-paskah yang dirayakan umat Kristen. REUTERS
Perayaan Mardi Gras di New Orleans, Amerika Serikat merupakan yang paling terkenal selama berabad-abad, hal ini dikarenakan Mardi Gras yang diadakan di New Orleans mencakup pesta kostum dan parade tematik yang diadakan secara besar-besaran.
4. Patrick’s Day (Dublin, Irlandia)St. Patrick’s Day adalah perayaan kematian St. Patrick, orang suci dan rasul nasional Irlandia pada abad ke-5. Perayaan ini dirayakan tiap tahunnya setiap  17 Maret, dimana perayaan ini umumnya melibatkan parade dan festival untuk publik dan orang orang akan mengenakan pakaian hijau berinisial shamrock atau tumbuhan semanggi. Keluarga kristen Irlandia yang tergabung dalam satuan peribadatan akan menghadiri gereja di pagi hari untuk melakukan pelayanan dan merayakannya di sore hari. Larangan terhadap mengkonsumsi daging dibebaskan dan orang orang akan menari, minum-minuman alkohol dan makan makanan tradisional daging asap dan kubis khas Irlandia.

5. Coachella (California, Amerika Serikat)
Coachella adalah acara festival seni dan musik tahunan. Acara ini biasanya dilaksanakan selama tiga hari di minggu pertama dan tiga hari di minggu ke-dua. Acara ini menampilkan band dan penyanyi dari berbagai genre musik, mulai dari rock, indie, hip hop, dan EDM. 
Pengunjung mengenakan kostum unik saat menghadiri Festival Musik dan Seni Coachella Valley di Empire Polo Club di Indio, California, AS, 14 April 2018. REUTERS/Mario Anzuoni
Pertunjukan musik akan berlangsung di beberapa tahap sepanjang hari, namun pengunjung juga dapat menikmati instalasi seni berskala besar, menaiki bianglala, dan dapat menikmati makanan dari beberapa restoran paling terkenal di negara itu. Selain hiburan dan makanan, Coachella juga menyediakan kamar mandi gratis, tukang cukur, dan salon bar.

6. Songkran (Thailand)
Songkran adalah festival paling populer di Thailand. Festival air ini menandai awal tahun baru tradisional Thailand. Apresiasi keluarga adalah aspek penting dalam festival ini, orang orang Thailand menghabiskan waktunya dengan pulang kampung dan bertemu dengan keluarganya. 
Masyarakat beragama Buddha juga mengunjungi kuil-kuil sepanjang hari perayaan Songkran, dimana air dituangkan ke gambar-gambar Buddha dan tangan para biarawan Buddha sebagai tanda penghormatan. 
Songkran adalah perayaan yang sangat penting bagi masyarakat Thailand tetapi juga sangat popular dimata pengunjung dan turis, siapapun dapat dan akan terlibat dalam perayaan ini.
7. Holi (India)
Holi adalah festival musim semi Hindu, yang juga dikenal sebagai “festival warna” atau “festival cinta”. Festival ini menandakan kemenangan kebaikan atas kejahatan, kedatangan musim semi, akhir musim dingin, melupakan dan memaafkan, dan memperbaiki hubungan yang rusak. 
Mahasiswa Universitas Rabindra Bharati meniup bubuk warna saat merayakan Festival Holi di dalam kampus di Kolkata, India, 9 Maret 2017. REUTERS
Festival ini berlangsung selama satu malam dan satu hari, dimulai pada malam akhir Februari dan pertengahan Maret. Hari pertama perayaan Holi disebut dengan Dhuleti, disinilah hari dimana masyarakat merayakannya dengan melemparkan serbuk berwarna kepada satu sama lain.

8. Albuquerque Balloon Festival (Albuquerque, New Mexico)
The Albuquerque International Balloon Fiesta adalah festival balon udara tahunan yang berlangsung di Albuquerque, New Mexico, dimulai dari 5 Oktober hingga 14 Oktober, dan memiliki lebih dari 500 balon udara setiap tahunnya. 
Acara ini adalah festival balon terbesar di dunia, penggemar balon udara datang dari berbagai belahan dunia akan datang dan menikmati berjalan di antara balon-balon udara yang terbuat dari setiap warna, bentuk dan ukuran yang berbeda-beda. 
Ketika gas api dinyalakan dan menggelembungkan balon-balon udara ke langit yang gelap, balon-balon akan tampak berkedip seperti bola lampu tidur raksasa yang menerangi langit. Selain menikmati pertunjukkan balon-balon terbang, para pengunjung juga dapat menikmati perlombaan balap balon udara.

9. La Tomatina (Spanyol)
La Tomatina atau Pesta Lempar Tomat merupakan pesta melempar-lempar makanan yang diselenggarakan pada setiap Rabu terakhir pada Agustus setiap tahun di kota Bunol, Spanyol. Ribuan orang dari berbagai belahan dunia datang dan membanjiri jalanan-jalanan di kota Bunol untuk bergabung dalam perang lempar-lemparan tersebut. 
Seorang peserta berlindung sambil bersiap melemparkan tomat saat acara "Tomato Royale" di Chicago, Illinois (12/7). Acara ini mengikuti model perang tomat yang terkenal di Spanyol yaitu festival La Tomatinal. REUTERS/Jim Young




Bahan utama yang menjadi bahan lemparan adalah Tomat yang sudah terlalu matang. Festival ini biasanya akan dimulai pada jam 11 pagi ditandai dengan datangnya truk-truk pembawa tomat matang. Setelah sekitar satu jam setelah perang dimulai, para pengunjung pun akan bersama-sama membersihkan jalanan secara bergotong royong. Festival ini dilakukan untuk menghormati para santo pelindung kota, Luis Bertran dan Bunda Maria.
10. Rio Carnival (Rio de Janeiro, Brazil)
Karnaval Rio merupakan festival tahunan yang diadakan di Rio de Janeiro seminggu sebelum paskah. Festival yang berlangsung selama 6 hari ini, dianggap sebagai festival terbesar di dunia dengan lebih dari dua juta penonton setiap harinya berkeliaran di jalanan. Festival Rio ini biasanya akan diramaikan dengan pawai karnaval khas Rio yang dipenuhi dengan mobil-mobil parade, orang-orang berkostum, balon-balon berbentuk, dan penampilan dari sekolah-sekolah samba terbaik di Rio. Selain itu, ada nada musik samba yang diputar selama festival berlangsung dengan  irama- irama yang menggoda  pengunjung untuk menjadi bagian dari festival dan membuat mereka  ingin terus berdansa.
settia
Share on Google Plus

Tentang Kami Romadhon Online

Seword.Com - Special Word Media Adalah Sebuah Blog Online Yang Membahas Berbagai Macam Topik Atau Berita Yang Sumber Informasinya Berasal Dari Berbagai Media Online Terpercaya.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar